THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Sabtu, 24 April 2010

Cara Membangun Kepercayaan Sesama Teman dan Relasi

Belajar membangun kepercayaan dalam suatu hubungan bukan hanya merupakan hal yang sulit, tapi mungkin juga akan memerlukan banyak waktu. Contohnya adalah jika suatu orang pernah berselingkuh, dia mungkin akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali kepercayaan. Selain berusaha untuk selalu meminta maaf, dia juga berusaha untuk membuat pasangannya dapat mempercayainya lagi.

Kepercayaan harus dibangun dalam sebuah hubungan. Karena Anda selalu berbagi kisah hidup Anda dengan pasangan Anda, Anda perlu yakin bahwa Anda dengan pasangan Anda memiliki kecocokan, sehingga Anda dapat membangun saling ketergantungan antara Anda dengan pasangan Anda. Dan hal ini dapat Anda lakukan dalam berbagai cara, yaitu:

1.Cocokkan kata-kata Anda dengan tindakan Anda.
2.Berkata jujur dengan pasangan Anda setiap waktu. Jika Anda berbohong, itu hanya akan menghancurkan hubungan Anda. Tanamkan hal ini baik-baik meskipun ini bukanlah hal yang mudah. Pasangan Anda akan jauh lebih percaya kepada Anda ketika mereka tahu Anda mengatakan yang sebenarnya.
3.Jika Anda dalam suatu hubungan yang serius, hindarilah adanya rahasia antara Anda dan pasangan Anda. Anda tidak akan mendapatkan kepercayaan dari pasangan Anda jika misalnya Anda beritahu masa lalu Anda secara tak terduga, tetapi jauh lebih baik untuk menghindari ini dengan memberitahu semua kepada pasangan Anda dari awal.
4.Cobalah untuk merawat hubungan Anda dengan realisme. Bahkan hubungan yang romantis ada saat di atas dan ada saat di bawah. Jika Anda melarikan diri pada rintangan pertama saat Anda bertemu dengan pasangan Anda, Anda tidak boleh terkejut jika mereka mengalami kesulitan untuk mempercayai Anda.
5.Gunakan intuisi Anda sendiri ketika Anda harus memutuskan tindakan. Anda harus memiliki keyakinan dalam diri Anda untuk membuat keputusan yang tepat sebelum Anda menaruh kepercayaan kepada seseorang.
6.Dan yang terkahir, bergantunglah pada diri sendiri untuk melakukan suatu hal yang benar. Anda harus terlebih dahulu mengenal diri Anda sendiri dan percaya pada kemampuan Anda untuk membuat pilihan yang tepat sebelum Anda dapat mempercayai seseorang. Ketika Anda telah menetapkan tujuan hidup Anda, Anda akan lebih mudah mempercayai seseorang ketika Anda tahu bahwa dia mempunyai kecocokan dengan Anda.

Nah, jika Anda menginginkan suatu hubungan yang harmonis dan akan berjalan dengan nikmatnya, maka bangunlah suatu hubungan yang penuh dengan kepercayaan. Itu akan membantu Anda mewujudkan apa yang Anda inginkan dalam suatu hubungan yang Anda jalani.

sumber: google.co.id

Efek Keluarga “Broken Home” Terhadap Perkembangan Anak

Seorang anak yang selalu hidup terisolir dalam konflik kedua orangtuanya, sangat berpontensi melakukan hal-hal negatif dan diluar batas.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, Los Angeles setelah mempelajari masalah dalam (kurang lebih) 2000 keluarga, membuktikan bahwa anak tetap menjadi korban ‘empuk’ dalam pertikaian rumah tangga.

Efek pertikaian ini, biasanya akan membuat si anak cenderung melakukan hal-hal negatif diluar kebiasaannya. Ketidakstabilan emosi yang disebabkan, akan membuat si anak mencoba menggunakan obat-obatan terlarang, mengonsumsi alkohol hingga melakukan seks bebas.

Untuk itu, berdasarkan observasi yang telah dilakukan selama 30 tahun, menyatakan bahwa kedua orangtua yang sudah tak lagi saling mencintai, sebaiknya jangan pernah hidup bersama dalam satu atap.

Hal ini hanya akan menyakiti hati dan mental sang anak. Seorang anak yang terus-menerus melihat pertengkaran orangtuanya, bisa menderita kelainan secara psikis dan gangguan perilaku, saat berhubungan dengan orang lain.

Profesor Kelly Musick, sekaligus penulis buku “Are Both Parents Always Better than One? Parental Conflict and Young Adult Well-Being”, mengungkap bahwa seorang anak yang terlahir dan besar dalam keluarga penuh konflik, cenderung menjadi bodoh secara akademis, dan tak sedikit juga yang akhirnya putus sekolah.

Ironisnya, dalam usia belia, mereka sudah mencoba untuk merokok, minum alkohol dan melakukan penyimpangan secara seksual.

Berdasarkan hal tersebut, Musick mengambil sebuah kesimpulan nyata, bahwa hidup dengan kedua orangtua lengkap takkan menjamin jiwa dan mental seorang anak. “Lebih baik anak hidup dan dibesarkan secara ’sehat’ dengan orangtua tunggal dibanding harus dengan dua orangtua yang selalu bertengkar,” begitu tulis Musick.

sumber : www.vivanews.com

Bakteri Usus Sebabkan Gigi Berlubah ! Apa benar kah ?

Penyakit gigi berlubang atau karies gigi disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk sehingga terjadi akumulasi plak yang mengandung berbagai macam bakteri. Kini, para peneliti berhasil membuktikan bahwa bakteri penyebab gigi berlubang sebenarnya berasal dari usus kita.

Bakteri Bifidobacterium dentium Bd1 merupakan bakteri penyebab karies. Menurut para ahli seperti dimuat dalam jurnal PLoS Genetic, bakteri ini sejatinya hidup di usus dan memberikan dampak positif, seperti membantu sistem pencernaan dan meningkatkan sistem imun.

Namun, bakteri yang semula baik ini ternyata juga mampu beradaptasi di lingkungan mulut. Ia juga mampu bertahan dari asam yang diubahnya dari glukosa dan karbohidrat makanan. Asam ini pada akhirnya akan merusak struktur gigi hingga berlubang.

Untuk mencegah kerusakan gigi dan komplikasi penyakit, perawatan kebersihan gigi mutlak diperlukan. Mulut sebenarnya mempunyai sistem pembersihan sendiri, yaitu air ludah. Namun, dengan beragamnya jenis makanan yang kita konsumsi, kita perlu menggunakan sikat gigi dan pasta gigi untuk mencegah plak yang biasa terdapat di sela-sela gigi.

sumber : kompas.com

Tips Menjaga Kesehatan Paru – Paru Agar Panjang Umur

Paru-paru Anda dapat mengambil banyak siksaan dari udara yang Anda hirup dan gaya hidup yang tidak sehat. The American Lung Association menawarkan saran ini untuk membantu meningkatkan kesehatan paru-paru:

Hindari merokok atau menjadi perokok pasif.
Batasi paparan polutan di udara, termasuk bahan kimia dan asap.
Minimalkan risiko terkena infeksi saluran pernapasan. Tangan tetap bersih dan mendapatkan vaksinasi untuk melindungi terhadap penyakit seperti flu dan pneumonia.
Melakukan pemeriksaan medis yang teratur untuk membantu mendeteksi masalah paru-paru sejak awal.

Cara Memahami Orang Untuk mendapatkan Pengaruh

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Saudara-saudara satu keluarga pun mempunyai sifat yang tidak bisa kita samakan. Kakak yang biasanya bertanggung jawab dan sayang kepada adik-adiknya mungkin akan kita temui di kehidupan ini. Bisa jadi kita juga akan menemui kakak yang tidak bertanggung jawab bahkan tidak peduli dengan adik-adiknya.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memahami orang lain. Memahami orang lain bukan pekerjaan yang mudah. Sewaktu-waktu kita paham pada orang yang kita kenal, tapi di waktu yang lain kita malah terkecohkan dengan pemahaman kita itu. Pengetahuan kita tentang pribadi dan sifat orang yang akan kita temui pun harus kita ketahui.

Ada beberapa pintu (window) yang berlaku dalam kehidupan kita. Pintu pertama, terkadang kita tidak memahami orang lain, namun orang lain yang lebih paham akan diri kita. Untuk itulah kita harus berusaha aktif agar orang yang kita temui bisa kita pahami dengan benar. Kadang kala kita memahami orang lain, tapi orang lain tidak memahami apa yang kita inginkan atau kita pikirkan. Untuk hal itu kita berusaha memberi pemahaman dan penjelasan tentang apa yang kita inginkan atau yang kita pikirkan. Ada juga yang keduanya sama-sama saling memahami sehingga tidak sulit untuk bergaul dengan keduanya.

Kedua poin di atas sangat dekat dengan kehidupan kita, tapi ada beberapa poin yang berbeda dengan kedua pintu ( window) di atas, yaitu Kita dan orang lain tidak saling memahami sehingga sering terjadi perbedaan, yang akhirnya jika tidak dapat diatasi, maka akan timbul suatu permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Untuk itu dibutuhkan usaha yang baik di antara kedua pihak.

Paul Eakman dalam bukunya ‘Memahami Emosi Orang’ menulis bahwa pemahaman kita terhadap orang lain akan menyebabkan komunikasi kita dengan orang lain terjalin dengan harmonis. Dalam berhubungan dengan orang lain, kita sering mengahadapi berbagai kendala. Terkadang kita tidak mengerti pola pemikiran mereka atau perasaan dan emosi orang tersebut. Kita hanya bisa mengatakan “Oh, dia sedang marah” atau ” Aku tahu, dia tidak suka kepadaku !” Dari mana kita bisa menilai semua itu ?

Dalam diri manusia terdapat 3 komponen sikap, yaitu perasaan (emosi), kognitif (pikiran), dan konasi (kemauan/kehendak). Ketiga komponen ini tidak bisa kita tafsirkan secara gamblang kecuali jika dia berubah menjadi suatu perbuatan/tindakan nyata, maka kita akan bisa menyatakan “Dia marah !” dengan tepat.

Kita menafsirkan orang yang suka kucing adalah orang yang penyayang, mungkin pendapat itu ada salah dan benar sehingga kita membutuhkan penguatan yang akhirnya membawa kita untuk menyatakan, “Iya, benar sekali, dia adalah orang yang menyayangi kucing !” Untuk itu kita harus melihat kebiasaannya, emosinya atau perasaannya ketika berhadapan dengan kucing, begitu pun manusia. Untuk memahami manusia lebih mudah dibandingkan dengan hewan karena manusia. Karena apa ? Karena manusia itu mempunyai akal sehingga dia bisa menganalisis apa yang akan dia lakukan ketika dia berhadapan dengan orang yang mempunyai pemikiran, emosi, dan kemauan seperti yang akan dia temui.

Ada beberapa hal yang menurut saya bisa kita lakukan jika ingin memahami orang lain, yaitu :

Banyak-banyak bergaul dengan berbagai jenis orang dari berbagai aspek kehidupan, misalnya sosial- ekonomi yang berbeda-beda.
Dalam bergaul, perhatikan mimik/ekspresi wajah orang yang kita temui. Belajarlah memprediksi perasaan apa yang sedang mereka alami.
Galilah penafsiran yang ada itu di dalam pikiran kita dengan mengajaknya berbicara.
Pelajari tempramen mereka dengan berbagai tipe ; sanguinis, koleris, phlegmatis, dan melankolik.
Pelajari pola pemikiran mereka dengan menyatakan pendapat bila kita suka atau tidak dengan apa yang dia bahas.


Sumber :http://tipsoke.com/cara-memahami-orang-lain-untuk-mendapatkan-pengaruh.html

5 Tips Terbaik Untuk Mengatur Uang Anda

“Money isn’t everything–but it’s a long way ahead of what comes next.”
Edmund Stockdale

Salah satu hal yang terpenting dalam hidup kita adalah mengatur/mengelola uang Anda. Kalau Anda tidak dapat mengatur uang Anda dengan sebaik mungkin, maka Anda seperti menaruh anggur pada kantong plastik yang berlubang. Dengan kata lain kerja keras Anda dalam mengumpulkan uang akan sia-sia. Apa yang timbul dalam pikiran Anda, ketika ditanya mengenai cara mengatur uang Anda? Berikut ini garis besar mengatur keuangan kita:

1. Mengumpulkan
Uang Anda tidak datang dengan sendirinya, melainkan dibutuhkan usaha yang keras di dalam pekerjaan Anda untuk dapat mengumpulkan uang. Tidak salah kalau Anda mengumpulkan uang Anda dengan usaha Anda sendiri; yang salah adalah ketika Anda menjadikan uang segalanya.

2. Mengeluarkan
Anda harus dapat mengatur uang Anda untuk hal-hal yang terutama. Sering kali pengeluaran lebih banyak dari pemasukan yang Anda terima. Ini sangat tidak sehat. Yang harus Anda lakukan adalah adakan rencana pengeluaran Anda. Aturlah terlebih dahulu hal-hal yang paling penting untuk hidup Anda ataupun keluarga Anda, kemudian baru hal-hal yang lain. Beranikanlah diri Anda untuk berkata tidak terhadap hal-hal yang tidak penting. Pada saat akan membeli barang, pikirkan, ”apakah saya MEMBUTUHKAN atau MENGINGINKAN barang ini.”

“If you would be wealthy, think of saving as well as getting.”
Benjamin Franklin

3. Menyimpan
Sering kali untuk menyimpan/menabung adalah suatu hal yang sulit. Namun Anda harus mulai membiasakan diri Anda untuk menabung, karena ini termasuk salah satu kunci supaya Anda dapat mengatur uang Anda dengan baik. Tabung 10% dari penghasilan Anda untuk masa depan dan kebutuhan khusus.

4. Investasikan
Kalau Anda mempunyai simpanan yang cukup banyak, maka Anda dapat menginvestasikan uang Anda. Untuk investasi ini, konsultasikan dahulu dengan pakar investasi mengenai yang akan Anda hadapi pada saat Anda menginvestasikan uang Anda. Sebuah investasi yang perlu dilakukan adalah investasi dalam bentuk tanah atau rumah, karena hal ini merupakan salah satu kebutuhan kita yang harganya akan terus naik.

5. Memberikan
Kunci terakhir dalam mengatur uang Anda adalah memberi! Mungkin Anda akan berpikir apakah memberi termasuk dalam mengatur uang? Saya kata Ya! Kenapa? Karena pada saat Anda memberi kepada orang-orang yang membutuhkan, maka Anda sedang menginvestasikan uang Anda bagi masa depan mereka. Sering kali kehidupan ini diukur dengan apa yang kita miliki, tetapi saya mau mengajak Anda untuk mengubah paradigma Anda: perkaya diri Anda dengan apa yang telah Anda berikan bagi kehidupan dan kesejahteraan orang lain, bukan apa yang Anda dapatkan.

Sumber : http://tipsoke.com/5-tips-terbaik-untuk-mengatur-uang-anda.html

Cara Menghadapi Teman Yang Egois dan Sombong

Kamu pasti nggak suka kan kalau punya teman, atau sahabat yang memiliki sifat yang selalu ingin menang sendiri? Atau istilah sayanya ETT, alias egois tingkat tinggi. Kamu selalu diminta untuk bisa memenuhi keinginannya, sehingga secara perlahan akan timbul sebuah perasaan terintimidasi (halah, bahasanya bener nggak sih?!). Kemudian setelah kamu akan merasakan hal tersebut, akhirnya persahabatan kamu berujung dengan kehancuran. Kenapa? Karena kamu sudah tidak lagi merasa nyaman ketika dekat/bersamanya, sehingga (biasanya) kita akan cenderung menjaga jarak dengannya karena dia selalu ingin menang sendiri.

Tapi sebelumnya perlu disadari juga bahwa setiap orang memiliki sifat egois, saya sendiri pun mengakui bahwa saya adalah orang yang egois. Namun sifat egois itu kadarnya dari masing-masing individu berbeda-beda. Dan kalau sudah kelewatan, itu justru menjadi hal yang tidak diinginkan bagi teman, sahabat, atau siapapun yang menjalin hubungan dengan kita.

Bagi kamu yang punya teman tapi memiliki sifat egois yang menurut kamu sudah tidak wajar lagi, saya yakin jika kamu tidak berjiwa besar dan menerima apa adanya dari sifat egois yang dimilikinya, pasti kamu akan merasa tidak nyaman ketika bersamanya. Atau, bisa jadi kamu langsung menjaga jarak dengannya. Berbeda halnya jika kamu merasa bahwa dia adalah sahabat kamu, pastinya kamu akan berusaha untuk memberikan perubahan kepada teman kamu itu agar bisa mengurangi keegoisannya dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. So, kalau kamu memang ingin melakukan hal tersebut, kamu bisa mencoba cara saya tentang bagaimana menghadapi teman yang memiliki sifat egois. So, check this :

Sabar

>> Pastinya disini kamu memang harus lebih sabar menghadapinya. Rasanya saya tidak perlu menjelaskan tentang ini, karena saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak sabar.

Menjadi cermin baginya

>> Maksudnya disini adalah, kamu berusaha untuk menjadi contoh bagi dirinya. Ketika kamu sering memenuhi permintaannya, sesekali cobalah kamu meminta kepadanya agar dia mau memenuhi permintaan kamu juga. Misalnya, “Andi, sudah dua hari kemarin kan saya selalu jemput kamu. Besok gantian, tolong kamu yang jemput saya ya..”. Intinya dalam permintaan kamu itu memberikan sebuah penegasan bahwa kamu berharap dia harus memenuhi permintaan kamu (gantian, kita yang egois. Hihi..)

Berikan kritik dan saran

>> Seperti orang bijak mengatakan, “Teman sejati adalah seseorang yang tidak selalu sejalan dengan kamu”. Ketika kamu merasa tindakannya adalah salah, maka kamu sebagai sahabat harus segera mengingatkannya. Maka dari itu, ketika kamu mendapatkan waktu yang tepat, berikan dia kritik dan saran bahwa ada sesuatu hal yang tidak kamu sukai dan juga tidak baik untuknya. Memang terkadang hal ini terasa susah, tapi bukankah kamu adalah sahabat sejati baginya? So, katakan walaupun itu pahit!

Berikan skak mat!

>> Kamu pasti tahu Skak mat? Itu adalah istilah yang digunakan dalam permainan catur, ketika menandakan bahwa sang raja sedang berada di ambang kematian. Jadi maksudnya disini adalah, ketika kamu telah berusaha melakukan segala hal untuk merubahnya tapi dia tidak juga berubah, berikan dia skak mat! (ini menurut saya lho..). Misalnya, “Andi, kamu adalah sahabat saya. Jadi tolong dengarkan saran saya! Kalau kamu nggak juga mau mendengarkan, saya bukan lagi sabahat bagimu!”. Memang disini kesannya kita yang terlihat egois, tapi itu bertujuan demi kebaikan dia, dan juga kebaikan kamu. Dengan ucapan seperti itu diharapkan dia dapat mengintrospeksi diri dan mengetahui bahwa selama ini dia telah membuat kamu menjadi korban keegoisannya.


sumber : andryfebrian.com